Selasa, 12 Januari 2010

...a.piece.of.jogja.biennale...

Hal yang membedakan Yogyakarta dengan kota-kota besar lain di Indonesia adalah denyut seni yang begitu keras detaknya. Tidak ada minggu yang kosong tanpa pameran seni rupa. Seniman tak pernah kehabisan ide untuk menggunakan berbagai tempat sebagai “galeri.” Tidak ketinggalan, warga biasa pun berkarya di ruang-ruang publik. Situasi ini kiranya bisa diibaratkan dalam sebuah idiom jawa, gugur gunung, dimana gotong royong, kebersamaan, masih kental dalam proses sosial berkesenian di Yogyakarta. Dinamika ini bisa juga dilukiskan sebagai jam session dimana masing masing seniman saling berdialog, berbagi, serta menciptakan kreasi dalam harmoni.

Gerak kreatif tersebut telah melahirkan karya monumental dan wacana yang menandai semangat di setiap zamannya, seperti humanisme kerakyatan, humanisme universal, perlawanan terhadap kemapanan estetika, pergolakan antara budaya lokal dan global, dan seni rupa urban.

Biennale Jogjakarta X-2009 bertajuk “Jogja Jamming: Gerakan Arsip Seni Rupa” merupakan refleksi dari dinamika tersebut. Refleksi ini dituangkan dalam dua praktik, yaitu penafsiran perupa terhadap semangat zaman di atas dan pameran arsip. Dalam konteks ini, pemaknaan terhadap arsip bukanlah sekadar benda mati, tetapi juga ingatan yang hidup di masa kini.

Praktik ini dihantar oleh 126 perupa yang menggelar karya-karya menarik di Taman Budaya Yogyakarta, Sangkring Art Space, Jogja National Museum. Sementara pameran arsip akan digelar di Gedung Bank Indonesia. Kemudian lebih dari 200 perupa dan warga kota akan melebur bersama untuk merespon sudut-sudut kota. Pada titik ini, biennale bukan sekadar mempertontonkan karya seni rupa, tetapi juga ruang bagi beroperasinya sebuah kultur.
(http://biennalejogja.com/kuratorial/)


This year is my first visit to the biennale. Apparently, this year is the biggest jogja biennale. I can tell by the number of the visitor and the pictures published by my friends in facebook.. Haha!

Since I'm not good arranging words into beautiful sentences, so here are few photographs taken from Jogja Biennale 2009!



bapak-asisten-perupa yang tekun bekerja



heeeeii... i'm yellow!



gumpalan besar boneka



dia teratai!



pengumuman mengenai tidak membuat pengumuman



celebration of honesty... with pinocchio


enteni = wait for me in javanese



running upward



I'm fine art, thank you...



Senin, 12 Oktober 2009

...life's.a.beach...

I found these beautiful beaches during my trip to Gunung Kidul for some refreshing event with my pals. It takes 2 hours to get there by car. Drini beach located near Kukup, while Ngobaran beach only 5 minutes from Ngrenehan beach.

Also, there are some villas at Kukup Beach that can be rented with only 350 IDR per night (air conditioner included). Just prepare to bring your own mattress or bed sheet, if you are quite picky about the facilities...

Those beaches are quite undiscovered now, but I'm sure they will become popular tourist destinations soon...


big rocks at Drini beach


some kind of seaweed living on top of the rocks


cloudy sunset at Ngobaran beach


local villagers collecting seaweed


sunset at Ngobaran, blocked by a cliff

Rabu, 09 September 2009

...a.view.from.the.top...

these pics were taken on the way home from Fukuoka, with transit in Singapore.

somewhere above the ocean


popcorn-shaped clouds


Singapore below


[it's supposed to be a] sunset

Senin, 07 September 2009

.children.of.heaven.

no, I'm not a phaedophil... just can't stand to see their innocent faces.


khusni


no, he's not a beggar...


why are they crying???


sigit bro, kayak pesan layanan masyarakat :jangan putus sekolah: aja


sigitbro again...



zaki, 2.5 years, 17 kilos


ochi and zaki


oww.. look at that eyes...


Minggu, 06 September 2009

...a.slight.view.of.osaka...

5 hours Nozomi round-trip journey.
12 hours spent.
Two companions.
Umeda. Namba. Amerika-mura. Shinsaibashi. Umeda.


Oh, yeah, and 26,000 yen spent.
What a day.

somewhere in Umeda


nice riverfront


constellation map in Umeda Sky Bldg


rush hour in Umeda


reflection of the sky




panorama of osaka, through the roof garden of Umeda Sky Bldg


with my companions


Rabu, 02 September 2009

...fukuoka.di.mata.saya...



Foto-foto ini tadinya dimaksudkan untuk disertakan dalam lomba fotografi yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Fukuoka. Tapi karena suatu hal (melanggar deadline), makanya foto-foto ini tetap berada di hard disk.

Tema lomba fotografinya sendiri adalah "Fukuoka di Mata Saya". Kelima foto ini saya ambil ketika (kebetulan) mengikuti student exchange ke Fukuoka. So, here they are!


the static city in silence


eglity, even for the diffable and the elder


ookay, this pic has a good composition. no specific reason behind this.



as a future architect and urban planner: good waterfront area


the street vendor vs dept. store


Dua foto pertama diambil dengan Canon Powershot A-something. Bahkan beberapa detik sebelum foto pertama, kamera ini sempat terbentur dinding jembatan. Untungnya si Canon ini tahan banting, jadinya masih bisa dipakai. Foto sisanya diambil menggunakan Nikon D40. Love this cam.. :P